Apa yang dimaksud dengan Barcode?
Barcode merupakan sejenis kode yang mewakili data atau informasi tertentu [biasanya jenis dan harga barang seperti makanan dan buku]. Kode berbentuk batangan balok dan berwarna hitam putih ini, mengandung satu kumpulan kombinasi batang yang berlainan ukuran yang disusun sedemikian rupa. Kode ini dicetak di atas stiker atau di kotak bungkusan barang. Kode tersebut akan dibaca oleh
Barcode Reader, yang akan menterjemahkan kode ini kedalam data / informasi yang mempunyai arti. Di supermarket, barcode reader ini biasanya digunakan oleh kasir dalam pencatatan transaksi oleh customer.
Tidak ada satu standard dari kode batang ini, justru terdapat bermacam-macam standard yang digunakan untuk berbagai keperluan, industri, maupun berdasarkan tempat digunakannya. Semenjak 1973, Uniform Product Code [UPC ] diatur oleh Uniform Code Council, sebuah organisasi industri, yang menyediakan suatu standard bar code yang digunakan oleh toko-toko ritel. Penemu sistem barcode ini. Adalah Joe Wodland.
Beberapa barcode standar telah dikembangkan selama beberapa tahun, yang biasa disebut dengan Simbologi. Simbologi yang digunakan tentunya berbeda untuk aplikasi yang berbeda. Semisal ketika kita menggunakan huruf miring ataupun tebal, dimaksudkan untuk memperjelas makna tertentu pada teks. Simbologi yang berbeda, seperti “sandi berbentuk batang”, digunakan untuk aplikasi yang berbeda pula. Ketika kita mencetak barcode, kita akan bisa membaca makna sandinya, selama kita menggunakan sandi yang sama, dan dalam spesifikasi yang diatur dalam standar barcode.
Jumlah data sandi yang bisa dibaca pada Simbologi Barcode Linear lebih terbatas dibanding Simbologi Barcode 2-D. Satu inci 2-D Simbologi Matrik misalnya, bisa membaca sandi dari ribuan karakter data, mengingat Kode Barcode Linear harus lebih panjang untuk menyimpan sejumlah informasi.
Sistem barcode bisa dikelompokkan dalam beberapa bentuk dan ukuran yang berbeda. Kerumitan system ditentukan oleh aplikasi. Sistem dasarnya secara umum dibagi dalam 4 komponen:
* Komponen 1 – Barcode Printer
Anda butuh printer barcode untuk mencetak label barcode. Banyak teknologi dan metode untuk mencetak label barcode. Anda bisa menggunakan printer laser dan pre-set template [sering dimasukkan dalam software desain label, seperti Wasp Labeler atau Zebra Bar One Software] untuk mencetak label barcode. Biasanya dicetak dalam Stok Avery. Label dicetak menggunakan printer label barcode, seperti yang dibuat oleh Zebra, Datamax atau Intermac. Printer – printer ini mencetal label, jauh lebih cepat dengan kualitas tinggi dibanding mencetak dengan printer laser konvensional.
Komponen 2 – Label Barcode
Anda juga perlu beberapa software aplikasi yang bisa mendesain label. Label yang sama bisa anda tambahkan agar bisa dilacak. Satu label bisa berisi gabungan teks, grafik, atau informasi barcode. Kemasan label – label seperti Wasp Labeler atau Zebra Bar One, punya pre-made template, yang bisa membantu anda dalam mendesign label. Yang jelas, anda harus menyesuaikan templates untuk label industri yang spesifik, semisal industri mobil.
Komponen 3 – Alat Scan untuk Pengumpulan data
Tahap pengumpulan data melalui penggunaan scanner bisa menerjemahkan kode dengan mudah dan akurat, menerima dan menyesuaikan isi informasi dalam label barcode. Dengan demikian, bisa mengurangi kemungkinan kesalahan secara signifikan. Ada 2 macam scanner. Kontak dan Non-kontak. Scanner Non-kontak, bisa lebih panjang beberapa inci. Dari dua macam scanner ini, adalagi satu ciri khusus, baik yang decoded maupun non decoded. Scaner decoded memiliki hardware decoder yang dirakit didalamnya, dan mampu menerjemahkan makna dalam sebuah barcode, sebelum mengirim data ke komputer. Scaner undecoded lebih punya sumber yang ringan yang mampu menerjemahkan data enkripsi dan mengirimnya ke decoder. Decoder – decoder ini sejalan dengan unit hardware yang mengoperasikan komputer. Unit decoded biasanya lebih mahal dibanding yang undecoded. Namun yang cukup mengkhawatirkan, adalah jika ada masalah di beberapa komponen, belum diketahui mengapa barcode tidak bisa dibaca dengan benar.
Komponen 4 – Mengolah Data Pada Database Eksternal
Komponen terakhir untuk membuat system barcode sederhana adalah database. Setelah anda membuat dan men-scan barcode, bukan berarti anda telah menciptakan system barcode yang lengkap dan efektif. Agar bisa menggunakan kode – kode dengan efektif, anda juga perlu database untuk memperbaharui informasi. Banyak barcode bisa dirangkai dengan item angka. Item angka ini nantinya kemudian bisa disambungkan ke informasi tentang item tersebut, seperti deskripsi produk, harga, kuantitas inventarisasi, akunting dan lain – lain. Misalnya, anda punya barang A, dengan barcode senilai 1234. Ketika anda menjual barang A, anda scan barcode tersebut. Nantinya, akan ada informasi yang mengatakan ke database anda bahwa anda punya satu barang A, yang harganya Rp 1000, dimana harga ini harus melewati akunting, dan produk tersebut harus dikirim melalui UPS ground. Semua rangkaian ini karena scan barcode mewakili Barang A. Itulah gunanya memiliki eksternal database. Sebenarnya masih banyak bentuk lain, tapi inilah inti dari barcoding.
Kenapa pake Barcode?
Menggunakan sistem barcode yang benar tentunya akan sangat menguntungkan perusahaan. Apa saja manfaatnya?
Akurasi
Barkoding ini bisa meningkatkan akurasi dengan mengurangi kesalahan manusia dari pemasukan data secara manual atau item yang salah baca atau salah label.
Kemudahan pemakaian
Barcode mudah digunakan. Dengan hardware dan software yang tepat bisa memaksimalkan proses otomatisasi pengumpulan data. Tentunya akan lebih mudah membuat inventarisasi akurat dengan sistem barcode, daripada secara manual.
Keseragaman Pengumpulan Data
Beragam standar pemenuhan dan simbologi barcode yang terstandarisasi, menjamin informasi di terima dan disampaikan dengan cara yang benar sehingga bisa diterima di pahami secara umum.
Feedback yang tepat waktu
Barcode menawarkan feedback yang tepat waktu. Begitu muncul, data bisa diterima dengan cepat, dan memungkinkan pengambilan keputusan yang cepat berdasarkan informasi terbaru.
Meningkatkan produktifitas
Barcode membuat aktifitas operasional dalam bisnis menjadi lebih singkat. Bayangkan betapa lamanya, ketika kasir anda harus memasukkan harga barang secara manual?
Meningkatkan Profit
Peningkatan efisiensi yang diberikan barcode memungkinkan perusahaan menghemat biaya dan yang terpenting meningkatkan profit bisnisnya.
Penggunaan Barcode
Bracode ada dimana – mana. Hampir semua jenis industri menggunakan barcode, sehingga bisnis bisa untung. Berikut beberapa industri yang biasanya menggunakan teknologi barcode.
Manufaktur
Banyak hal detail dalam operasional industri manufaktur yang perlu awasi secara ketat. Karena sedikit saja kesalahan dalam komponen, semisal masalah stok barang, bisa menyebabkan inefisiensi dalam lingkungan manufaktur. Dalam hal ini, Barcode sering digabungkan dengan system MRP [Manufacturing Requirements Planning], agar bisnis memiliki data yang akurat terutama dalam system kerja di pergudangan.
Pergudangan
Siapapun yang menghandle pergudangan seharusnya menggunakan barcode. Bayangkan saja, kalau anda harus mendata seluruh produk anda secara manual. Kapan selesainya?
Jasa Distribusi
Jika perusahaan anda secara konsisten menge-cek barang yang masuk dan keluar, sudah seharusnys anda menggunakan barcode. Dijamin lebih cepat dan akurat, untuk mengetahui seberapa efisien, stok barang yang anda punyai pada suatu waktu.
Ritel
Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, ketika seorang kasir biasa melakukan pengecekan secara manual dengan mengetik setiap harga barang. Bayangkan kalau setiap pebisnis ritel melakukan hal yang sama. Peluang membuat kesalahan tentunya akan sangat besar. Mereka akan bangkrut karena kurang teliti dan kurang akurat. Sekarang ini semuanya menuntut efisiensi. Yakni efisiensi yang diciptakan dengan memanfaatkan barcode.
Transportasi
Apa yang muncul dalam pikiran anda, ketika bicara tentang pengiriman paket tepat waktu? Jawabannya tentu Fedex atau UPS. Kedua perusahaan tersebut sedang merajai bisnis pengiriman paket, Karena mereka membuat system pengangkutan barang yang efektif. Kunci utama keberhasilan Fedex dan UPS terletak pada pemanfaatan teknologi Barcode. Lihat saja ketika mereka memasukkan data pada Portable Data Collectors, mereka berkomunikasi melalui system database secara tepat waktu.
Masih banyak industri lain yang menggunakan barcode, tidak terbatas pada Industri Konstruksi, Kesehatan ataupun Toko Video saja, tapi juga Kartu Identitas, Absensi, Manajemen Dokumen dan lain–lain.
e-commerce dapat di artikan sebagai kegiatan atau proses pada media elektronika. e commerce ini sering kita sebut sebagai perdagangan online. dari kita yg ingin belanja sebuah produk barang, yg kita akan menyita waktu dan tenaga kita untuk mengunjungi sebuah toko atau departement store. sangat tidak efektif. apalagi jika kita tinggal di kota kota besar seperti di jakarta contohnya. kita akan menempuh penjalanan yg sangat menyita waktu akibat kemaceta di jakarta. dengan teknologi ini kita hanya berhadapan dengan komputer lalu kita cari apa yg kita mau. Pada awalnya ketika web mulai terkenal di masyarakat pada tahun 1994, banyak jurnalis atau penulis memprediksikan bahwa e-commerce akan menjadi sebuah sektor ekonomi baru. Sehingga Antara pada era 1998 dan 2000 banyak bisnis di AS dan Eropa mengembangkan situs web perdagangan ini.
Keuntungan Sistem E-Commerce
Dalam implementasinya, keuntungan dari e-commerce tidak saja dirasakan oleh para pebisnis tetapi juga dapat dirasakan oleh konsumen, masyarakat luas dan pemerintah. Di bawah ini merupakan gambaran keuntungan dan kekurangan dari e-commerce yang dirangkum dalam tiga bagian, dalam prespektif produsen, konsumen serta masyarakat dan pemerintahan. Adapun keuntungan e-commerce pada produsen adalah:
- Memberikan kesempatan kepada produsen untuk meningkatkan pemasaran produk/servicenyasecara global.
- Mengurangi penggunaan paper/kertas di berbagai aktifitas mulai dari tahapan desain, produksi,pengepakan, pengiriman, distribusi hingga marketing.
- Mengurangi waktu delay dari pengiriman dan penyimpanan karena antara sistem produksi,pengepakan, penyimpanan dan distribusi terkoneksi secara online.
- Membantu perusahaan-perusahaan yang memproduksi produk/service yang sangat spesifik
yang tidak dapat dipasarkan dalam bisnis secara fisik, karena keterbatasan konsumen, tempatdan biaya promosi tinggi
- Mengurangi waktu dan biaya prosmosi dari produk/service yang dipasarkan karena tersedianyainformasi secara menyeluruh di internet sepanjang waktu.
Adapun keuntungan e-commerce pada konsumen adalah:
- Memberikan kesempatan konsumen yang berada di belahan dunia manapun untuk dapat
menggunakan sebuah produk/service yang dihasilkan dari belahan dunia yang berbeda dan
melakukan transaksi dan meraih informasi dari pihak pertama sepanjang tahun.
- Memberikan kesempatan konsumen untuk mendapatkan produk/service terbaik dari berbagaipilihan yang ada karena konsumen mendapat kesempatan untuk memilih berbagai jenisproduk/service secara langsung.
- Memberikan kesempatan bagi konsumen yang terpisah tempat tinggalnya dari produsen untukberinteraksi, berdiskusi dan bertukar pengalaman. Sehingga akan sangat menguntungkanprodusen untuk meningkatkan kualitas produk/servicenya sesuai dengan yang diinginkan oleh
konsumen.
Adapun keuntungan e-commerce pada masyarakat dan pemerintah adalah:
- Semakin banyak manusia yang bekerja dan beraktifitas di rumah dengan menggunakan internetberarti mengurangi perjalanan untuk bekerja, belanja dan aktifitas lainnya, sehinggaengurangi kemacetan jalan dan mereduksi polusi udara.
- Meningkatkan daya beli dan kesempatan masyarakat untuk mendapatkan produksi/service yangterbaik karena perusahaan yang mengeluarkan produk/service dapat menjualnya lebih murahkarena biaya produksi yang rendah
- Mengurangi pengangguran karena masyarakat semakin bergairah untuk berbisnis karena carakerja yang gampang dan tanpa modal yang besar.
- Meningkatkan daya kreatifitas masyarakat, berbagai jenis produk dapat dipasarkan denganbaik, sehingga akhirnya juga membantu pemerintah untuk menggairahkan perdagangan khususnya usaha kecil menengah. Secara umum, implementasi e-commerce dalam bisnis dapatmeningkatkan kualitas dari produk/service serta menurunkan biaya produksi yang akhirnyaakan menurunkan penjualan.
Di Indonesia, sistem E-commerce ini kurang populer, karena banyak pengguna internet yang masih meragukan keamanan sistem ini, dan kurangnya pengetahuan mereka mengenai apa itu E-Commerce yang sebenarnya. Sehingga sampai saat ini, web resmi yang telah menyelenggarakan e-commerce di Indonesia adalah RisTI Shop. Risti, yaitu Divisi Riset dan Teknologi Informasi milik PT. Telkom, menyediakan layanan e-commerce untuk penyediaan informasi produk peralatan telekomunikasi dan non-telekomunikasi. Web ini juga telah mendukung proses transaksi secara online.
Adapun keuntungan utama yang didapat dengan menggunakan teknologi ini adalah open platform yang tidak tergantung kepada satu vendor tertentu, sehingga sistem e-commerce tersebut dapat dikembangkan dengan cepat tanpa terikat dengan satu vendor tertentu. Walapun hingga saat ini belum ada defenisi baku dari e-commerce, beberapa mengatakan bahwa e-commerce adalah website yang digunakan untuk berdagang (semacam storefront), di lain pihak ada menghubungan e-commerce dengan EDI (electronik data interchange) dan seterusnya.
Dengan melihat tujuan-tujuan di atas, dapat disimpulkan bahwa e-commerce merupakan sebuah sistem yang dibangun dengan tujuan untuk meningkatkan efisiensi dan efektifitas dalam berbisnis dengan memanfaatkan teknologi informasi untuk meningkatkan kualitas dari produk/service dan informasi serta mengurangi biaya-biaya yang tidak diperlukan sehingga harga dari produk/service dan informasi tersebut dapat ditekan sedemikian rupa tanpa mengurangi dari kualitas yang ada.
Jenis-jenis E-Commerce Secara umum aktifitas dari e-commerce mencakup berbagai aktifitas mulai dari direct marketing, search jobs, online banking, banking, e-government, e-purchasing, B2B exchanges, ccommerce, m-commerce, auctions, travel, online publishing dan consumer services. Dalam aplikasinya e-commerce dapat dibagi menjadi dua bagian besar yaitu business to business (B2B) dan business to customer (B2C). Dalam perkembangannya B2B lebih pesat dibandingkan B2C. Business to business dalam e-commerce umumnya menggunakan mekanisme EDI (electronic data interchange). Tetapi karena begitu banyaknya standarisasi yang ada, dalam pelaksanaannya menyulitkan antara pebisnis untuk saling berinteraksi sehingga berkembanglah dewasa ini yang dinamakan Extensible Markup Language (XML) yang dikembangkan oleh World Wide Web Consortium (W3C). dalam XML ini tersimpan struktur dan jenis elemen data di dalam dokumennya yang berbentuk tags seperti HTML sehingga sangat efektif digunakan dalam system yang berbeda. Sehingga yang sebelumnya EDI menggunakan jaringan yang sering disebut VAN (value added network) dengan populernya jaringan internet mulai dikenal sebuah system yang disebut EDI over internet dan system lainnya yang sedang berkembang seperti electronic/internet procurement dan ERP (enterprise resource planning).
Secara umum adapun aktifitas dari B2B ini seperti trading partners dan pertukaran data (data exchange) yang dilakukan secara rutin antara pebisnis. Sedangkan dalam business to customer (B2C) umumnya menggunakan internet dengan berbagai model pendekatan seperti electronic shopping mall atau dengan konsep portal. Kedua-duanya menggunakan website sebagai basisnya. Aktifitas electronic shopping mall lebih ke mempromosikan produk dan service yang ada dengan dukungan online catalog dan sebagainya. Adapun contoh dari system ini seperti amazon (http://www.amazon.com) dan netmarket (http://www.netmarket.com). Sedangkan dalam konsep portal lebih ke pelayanan yang lebih kompleks dimana electronic shopping mall juga termasuk didalamnya, dengan tetap berbasis website, di dalam portal ini juga terdapat pelayanan lainnya seperti e-mail, online database, news dan sebagainya. Adapun contoh dari sistem ini seperti netscape home (http://home.netscape.com) dan yahoo(http://www.yahoo.com).
Sumber : www. Google.com
Human interess photography. ini memuat tentang kegiatan seorang manusia. gambai ini baik di ambil; di pedesaan, perkotaan, pasar, hutan dll. tentang kegiatan kegiatan manusia sehari hari. misalkan, orang yg sedang bersepedah, masak, ngobrol, belajar pun dapat di artikan sebagai human interest. pokoknya yg bergantung pada kegiatan.
memotret dengan tema ini, kita dapat menyatukan antara arsitektur foto, candid foto, ataupun jurnalis. jika kita menggabungknnya dengan arsitektur foto maka kita mengambil anggel angel sebuah tataan baik itu ruang, pemandangan ataupun garis garis yang terbentuk oleh tiangtiang bangunan, liukan tangga rumah. jika kita menggabungkan dengan candid, maka yg akan kita ambil foto objek yg natural, jika bahasa sekaran, gak sadar kamera.. hehehee
holiday, holiday, n holiday.. hmm kata2 yang emang di nanti para pekerjja keras, anak kuliah, anak sekolah, sampai orang yang tidak memiliki kesibukan apapun. (seperti gua. hahaha)..
sekilas about ujung genteng.
ujung genteng yang terletak di daerah selatan pulau jawa. sering di sebut2 ujung genteng ini terletak di daerah sukabumi, jangan bilang deket dari sukabumi. karna sekitar 100Km lebih juga menempuh perjalanan dari suka bumi sendiri. ujung genteng ini menilik cerita mistis yang
kentel. salah satunya adalah yg sering kita dengar kisah nyiroro kidul. nah di sini tempat doi. whahahah..udah ah.. serem gw jadinya. daerah ini memiliki keindahan panorama pantai yang sangat indah. disamping kawasan pantai yang belum terlalu ramai di kunjungi orang. pantai ini pun sama sekali belum termakan pulusi dan penambakan minyak serta pabrik2 yg bisa merusak keindahan alam.
oke jo.. saatnya kita berangkat. start from depok sekitar jam 10 malam. sengaja kita ambil
perjalanan malam karena khawatir macet di jalanya tau sendiri klo daerah sukabumi siang2 macetnya seampun ampun. kita menempuh perjanan darat sekitar 2 jam perjalanan darat. sampai di daerah ci saat kita istirahat di tempat teman kami. waaahhh cape. ini baru sampai sukabumi . rencana awal kita akan berangkat ke ujung gentengnya itu pagi2. tapi kalau kita berangkat pagi dan tidur dulu, yang ada malah tepar dan males buat melanjutkan perjalan. ok gan, kita caw lagi.. buih jam 3 pagi kita langsung hajar ke ujung genteng..perjalan ke ujung genteng emang tidak mudah.
salah satu teman kita ada yg mengalami copot rantai, pecah ban waaahhhh macem macem dah...sampai di ujung genteng kita langsung menuju pantai. gila anak anak emang gak tau rasa capek. emang sih, setelah kita sampai kita serasa di sihir, rasa capek itu ilang ketika kita melihat keindahan alam ini. pantai yang amat biru... wahhhhh.... seger dah otak. karena capek, di sana kita langsung mencari penginapan. kebetulan ada rumah warga yg biasa di pakai penginapan orang saat berkunjung. harganya lumayan murah. 450rb satu rumah 4 kamar dan 3 kamar mandi.
gak pikir panjang. langsung deal dan tidurrr.... hahhahahha..di sana kita bisa melihat aktifitas orang yang sedang mencari ikan . orang2 sana mancing tuh pada di tengah laut loh, heran gw juga.. munkin saat surut, air laut itu turun hingga hampir dasar nya keliatan.
saatnya kita jalan jalan sore. kita akan melihat seantero jalan pesisir pantai... waaahhh.. indah banget pasir yang putih kekuning kuningan, laut yg biru dan jernih, awan yang biru, hutan bakau
yang masih sangat asri. tapi sayang ya yang namanya penyakit manusia, ternyata di samping samping pantai itu telah berdiri warung2 malam yang isinya itu wanita wanita binaria yang haus akan uang dan birahi, dan pria pria hidung belang yang mencari kenikmatan sesaat. alkohol2 yang menghipnotis mereka menjadi hilang akan akal sadarnya. jika tidak di nodai dengan itu, betapa kita bisa menikmati indahnya alam ini..sunset.... saatnya sunset. saatnya kita lelah main di pantai. hilang lagi rasa laleh kita dengan di manjakan oleh keindahan sunset. indahnya sunset di sana. karna langit yang belum di cemari oleh polusi dan penguapan gas2 racun serta asap kenalpot, membuat panorama ujung genteng ini menjadi makin indah. wahhhh indahnya...
gak usah neko neko. let's go....
gue ke sana naek mobil sendiri. berhubung mobil gw sedan dan jalan yg di laluinya itu medan pegunungan, ya bisa kalian bayangkan, betapa hancurnya mobilku.... arrrggghhh....
bebatuan, jalanan terjal, "naik2 ke puncak gunung.." dimulai dengan bismillah kami saya
jalan menuju ke sana kita melihat pemandangan yang ajiiibb...
di antaranya saya menemukan kali yang jernih, sawah yang berhampar luas.. pkiran saya juga "wah gw foto juga dah ni kali, bagus bgt sih.."nih gambarnya..
naik... naik dan naik.. akhirnya sampai di
kami sampai sore sekali. kira2 jam 5.03am.
masuk gerbang wisata di tagihin uang 4rebu per roang.. masuk lah kita. dan edaaaannn...
tapi jalan kesana juga gokil, pemandangan juga bgus bgt sumpah. kali kali sebelu air trjunya juga bening bgt... mandi juga gak bakalan gatel2 x.hehehhe.. tapi tetep aja jorok kalo gak pake sabun... wuih dinginnya udara di sana....
turun nya jauh banget.. gokil sumpah.
sampai di air terjun nya, siapa sangka kalau di
tips memfoto air terjun dengan slowspeed.
1.sediakan tripod, karana akan shake ato goyang. karan yang akan kita gunakan adalah speed lama.
2. pakai speed antara 1'' sampai 1.6'' tergantung intensitas cahaya yang ada.
3. mode TV (time value)
4. kalau pada siang hari gunakan ND filter 4 sampai 8 stop.
memfoto landscape memang tidak mudah selain kita membutuhkan tripod, kita juga harus mencari penerangan pada matahari, ..
ada beberapa tips untuk memfoto landscape
1. menentukan depth of field
depth of field adalah ruang tajam di mana jika kita menggunakan f/ yg besar maka ruang tajamnya semakin kecil, begitu juga sebaliknya. memfoto landsape yg kita butuhkan adalah ketajaman yg besar, misalnya jika kita memfoto pemandangan gunung. maka bentuk satu gunung serta sawah2 nya itu tajam, tidak munkinkan yang tajam hanya sawanya saja. maka kita memerlukan apeture yang besar. sekitar f11,12,13.......f22,.......dst. tergantung subjek nya.
2. memakai tripod
mengapa kita harus menggunakan tripod
karena jika kita mnggunaka apeture yg besar maaka eksposure nya akan semakin lama, dan jika eksposure nya lama maka gambar yg akan kita ambil akan shake/goyang jika tidak menggunakan tripod.
gambar 1.
3. menentukan foregroundnya.
foreground yang di maksud misalnya langit, dan awan2 nya jika kita memotret dengan f/kecil maka kita akan bingun focus mana yang akan kita ambil. maka saya sarankan mengambil fokus dengan FG nya .
gambar 2.
pengenalan photography
photography pada dasarnya adalah suatu karya seni. karya seni lukis. karna photogrphy sendiri itu terdiri dari "photo" yang berati gambar/image dan "graphic" sinar. maka mempunyai artian melukis dengan sinar. karna tampa sinar berarti tidak ada gambar.
syarat2 adanya sebuah photo :
-kamera
-lensa
-sinar
-film/images sensor(pd digital)
pada bagian ini saya akan lebih membahas tentang kamera SLR(single lens reflex)
kamera SLR tedapat beberapa unit, fitur, dll. adapun beberap unit pada kamera SLR antara lain Body kamera, lenses/lensa, flash. fitur2nya diantanya megapixel, reservese focus, exposure, dll.
penggunaan kamera SLR ini ada beberapa cara untuk menggunakanya di antaranya :
M : manual, ini di lakukan jika speed dan apeture serta ISO nya dapat kita atur sebebas mungkin.
AV : apeture value, ini di lakukan jika kita mementingkan ruang tajam(dept of field).
TV : time value, ini di lakukan jika kita lebih menggunaka kecepatan.
speed (TV):
speed ini yg mempengaruhi kecepatan kamera untuk mengambil gambar, dalam artian semaki cepat kita men set, semakin freeze atau tetap gambar yg kita ambil.
speed dapat di lihat seperti .......2'',1.6'',1.5'',1.2'',1'',........1/4,1/5,1/6,1/8,1/20.....1/1000/1/2000..dst ini ukuran dtik misal 1'' berarti kecepatan pengambilanya 1 detik, 1/1000 berarti 1/1000 detik..
kecepatan dari 1/8......1'' di sbut slowspeed.
kecepatan 1/60-1/200..... normal speed
kecepatan 1/1000 ke atas di sebut freeze.
kecepatan dibawah 2'' di sebut long exposure.
gambar 1 : dengan slow speed kita memotret air tejun seperti ini maka airnya akan terlihat soft seperti kapas.
apeture (AV)/fstop :
apeture ini adalah bukaan diafragma lensa, semakin besar bukaan diafragma lensa, maka semakin besar DOF/ruang tajamnya. f ini seperti (f3.5, f4, f4.5.........f22,f25...)
bagian ini yang sangat mempengaruhi kualitas gambar yang di hasilkan, karena semakin kecil, f/ nya maka semakin sempit ketajaman sebuah gambar.
gambar 1 ; dengan apeture f3.5 maka object yg tajam adalah daerah yg kita fokuskan. sedangkan foregroundnya terlihat blur.
gambar 2: dengan apeture f5.6. foregroundnya terlihat tidak begitu blu, karena DOF nya lebih lebar.
ISO :
iso ini adalah angka yang memnentukan seberapa besar cahaya yang masuk semakin besar iso yang kita gunkan, maka semakin banyak sinar yang masuk kamera, ISO ini seperti 100, 200, 400, 600, 800, 1600, .....
gambar 1: ISO 100
gambar : dengan ISO 1600, maka objedt malan akan terlihat terang
(nb. semakin besar ISo yg di pakai maka semakin banyak detail noise yang terlihat.

